Kunjungan Industri ke Pabrik Kayu Lapis Terbesar di Surabaya
Mahasiswa dan civitas PIKA mendalami proses manufaktur kayu lapis (plywood) modern skala ekspor: mulai dari rotary peeling, perekat ramah lingkungan, hingga hot press otomatis.
Administrator
03 January 2026
Dalam rangka memperkaya wawasan praktis dan menjembatani teori akademik dengan implementasi industri berskala massal, civitas akademika dan mahasiswa tingkat akhir PIKA Semarang mengadakan program kunjungan industri ke salah satu fasilitas manufaktur kayu lapis (plywood) dan papan lamina (laminated board) terbesar di kawasan industri Surabaya, Jawa Timur.
Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung bagi para calon profesional perkayuan untuk menyaksikan bagaimana gelondong kayu gelondong mentah (log) ditransformasikan secara kontinu menjadi lembaran kayu lapis berstandar ekspor ke pasar Jepang, Korea, dan Amerika Serikat.
Rangkaian Proses Manufaktur Presisi Tinggi
Rombongan mahasiswa diajak menyusuri setiap tahapan produksi yang dirancang dengan sistem otomasi tinggi dan kontrol kualitas bertingkat:
1. Seleksi dan Pengupasan Kulit Log (Debarking)
Log kayu sengon (Falcataria moluccana), jabon, dan meranti disortir berdasarkan diameter dan kelurusannya. Mesin debarker otomatis mengupas kulit luar kayu dalam hitungan detik untuk mencegah kotoran tanah merusak mata pisau kupas putar.
2. Pengupasan Putar (Rotary Veneer Peeling)
Log kayu yang telah dipusatkan (centering) diputar dengan kecepatan tinggi berhadapan dengan pisau kupas presisi sepanjang 2.7 meter. Mahasiswa menyaksikan lembaran tipis kayu (veneer) mengalir keluar tanpa putus dengan ketebalan presisi 1.2 mm hingga 2.0 mm, menyerupai lembaran karpet raksasa.
3. Pengeringan Veneer (Continuous Jet Dryer)
Lembaran veneer segar dialirkan melalui oven jet dryer sepanjang 40 meter bersuhu 160°C. Sensor inframerah dan sensor kapasitansi otomatis memindai kadar air (moisture content) lembaran, memastikan kadar air akhir berada stabil di angka 6% - 8%.
4. Pelaburan Perekat Ramah Lingkungan (Glue Spreading)
Di area perekatan, mahasiswa mempelajari komposisi formula resin perekat berbasis Phenol Formaldehyde dan Melamine yang memenuhi standar emisi terketat di dunia, yaitu sertifikasi JAS F☆☆☆☆ (Four Star) Jepang dan standar CARB Fase 2 Amerika Serikat.
5. Pengepresan Dingin dan Panas (Cold & Hot Pressing)
Susunan lembaran veneer bersilangan serat 90 derajat (cross-laminated) terlebih dahulu dipadatkan pada mesin cold press sebelum masuk ke dalam mesin hot press bertingkat 50 bukaan (opening) dengan tekanan hidrolik 12 kg/cm² pada suhu 130°C.
Diskusi Interaktif dan Standar Keselamatan Kerja (K3)
Selain mengamati mesin-mesin industri, mahasiswa berdialog langsung dengan kepala divisi teknik dan manajemen mutu pabrik yang juga merupakan alumni senior PIKA:
- Pentingnya disiplin pemeliharaan ketajaman mata pisau kupas (micro-bevel sharpening) untuk menghindari robekan serat veneer.
- Penerapan sistem keselamatan kerja (K3) yang ketat di area mesin bertenaga tinggi, termasuk sistem proteksi debu kayu (dust collection system) dan pencegahan bahaya ledakan serbuk kayu (wood dust explosion).
Kesimpulan
Kunjungan industri ini membuktikan bahwa masa depan manufaktur kayu nasional berada pada perpaduan antara ketersediaan bahan baku lestari dari hutan rakyat dengan penguasaan teknologi manufaktur berpresisi tinggi. Mahasiswa PIKA pulang dengan bekal inspirasi, kesiapan mental industri, dan kebanggaan akan potensi besar industri perkayuan Indonesia.
Tentang Administrator
Administrator website KAPIKA