Lewati ke konten
Logo KAPIKA KAPIKA
Masuk
Material Kayu & Finishing

Workshop Finishing Kayu Ramah Lingkungan Bersama Alumni

Alumni PIKA lintas angkatan berkumpul membagikan keterampilan praktis aplikasi spray gun HVLP, teknik pengamplasan presisi, dan formulasi cat water-based berkualitas.

A

Administrator

03 January 2026

10 views
Workshop Finishing Kayu Ramah Lingkungan Bersama Alumni

Semangat persaudaraan dan tradisi transfer keahlian antar-generasi kembali terwujud nyata dalam acara Workshop Finishing Kayu Ramah Lingkungan yang diinisiasi oleh Keluarga Alumni PIKA (KAPIKA). Bertempat di bengkel kerja perkayuan kampus PIKA Semarang, kegiatan ini mempertemukan para praktisi finishing profesional alumni dengan mahasiswa tingkat akhir dan rekan-rekan pengrajin mebel muda.

Fokus utama workshop adalah membekali para peserta dengan keterampilan praktis menguasai teknologi semprot berbasis air (water-based coating) yang ramah lingkungan, hemat bahan, dan menghasilkan permukaan karya yang halus sempurna.

Sesi 1: Teori Material dan Dinamika Polimer Ramah Lingkungan

Sesi pagi diawali dengan pemaparan mendalam seputar kimia bahan finishing oleh alumni yang berprofesi sebagai konsultan teknis industri cat kayu terkemuka:

  • Memahami perbedaan molekul antara cat solvent konvensional dengan dispersi akrilik-poliuretan berbasis air.
  • Bahaya paparan uap tiner bagi saluran pernapasan dan sistem saraf tukang cat dalam jangka panjang.
  • Membaca lembar data teknis (Technical Data Sheet / TDS) dan lembar keselamatan bahan (MSDS) untuk menentukan rasio pengenceran, batas pot-life, dan waktu pengamplasan ulang yang tepat.

Sesi 2: Praktik Lapangan dan Teknik Pengaturan Spray Gun HVLP

Pada sesi siang, seluruh peserta mengenakan masker respirator dan kacamata pelindung untuk terjun langsung mempraktikkan teknik penyemprotan:

  1. Kalibrasi Spray Gun HVLP (High Volume Low Pressure): Mempelajari cara mengatur kenop kontrol volume cairan, tekanan angin masukan (pada 2 bar), dan lebar kipas semprot (spray pattern) agar tidak terjadi pemborosan cat akibat kabut liar (overspray).
  2. Teknik Gerakan Tangan yang Konsisten: Menjaga jarak semprot stabil antara 15 - 20 cm tegak lurus dengan bidang kayu, serta mempertahankan tumpang-tindih semprotan (overlap) sebesar 50% di setiap sapuan.
  3. Pengamplasan Antar-Lapisan (Intercoat Scuffing): Menilai secara manual kehalusan lapisan sealer dan melakukan pengamplasan ringan menggunakan kertas amplas grit 400 dan spons abrasif untuk menciptakan jangkar mekanis bagi lapisan top coat.

Sesi Tanya Jawab: Solusi Masalah Finishing Lapangan

Antusiasme peserta memuncak saat sesi bedah kasus cacat finishing yang kerap dijumpai di bengkel kerja:

  • Mengatasi 'Serat Terangkat': Menggunakan teknik penyekaan kain lembap sebelum cat dasar disemprotkan.
  • Mengatasi Gelembung Udara (Micro-Bubbles): Menurunkan tekanan angin spray gun dan menambahkan retarder berbasis air saat cuaca bengkel terlalu panas dan kering.
  • Memilih Tingkat Kilap (Gloss Level): Tips menentukan apakah produk furnitur lebih cocok diberi lapisan Dead Matt (0-5%), Matt (10-15%), atau Satin (30%) untuk memperkuat karakter kayu yang bersangkutan.

Penutup

Workshop ini bukan sekadar pelatihan teknis pertukangan, melainkan perwujudan nyata dari tagline KAPIKA: "Connecting People, Empowering Brotherwood." Melalui pertukaran ilmu yang hangat dan aplikatif, para lulusan muda PIKA semakin percaya diri melangkah ke dunia industri dengan bekal keterampilan berstandar internasional yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

A

Tentang Administrator

Administrator website KAPIKA

Artikel Terkait